Chapter 4
Jari-Jari Keluar
👁 8 Dibaca
📖 Bisikan dari Balik Dinding
Malam keempat, Bayu sudah terlalu lemah untuk berdiri. Separuh kulit di wajah dan dadanya telah terkelupas, menyisakan rasa sakit yang membakar. Ia terbaring lemas di kasur, menatap celah dinding dengan pasrah.
Dari dalam celah yang sempit itu, sesuatu mulai merangkak keluar. Bukan manusia. Itu adalah untaian daging panjang yang menyerupai jari-jari kurus berdarah tanpa kulit. Jari-jari itu meraba dinding, meninggalkan jejak lendir hitam, dan perlahan bergerak menuju tempat tidur Bayu. Bayu ingin berteriak, namun pita suaranya terasa kering dan hancur. Jari-jari dingin itu mulai menyentuh kulitnya yang tersisa, mengelupasnya dengan lembut seolah sedang membuka kemasan hadiah.